Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Tuesday, November 24, 2009

2010 World Cup South Africa Travel Info

1 Comments
Cape Town Table MountainCape Town Table Mountain. Photo: AFP

The 2010 FIFA World Cup, the premier international football tournament. It is scheduled to take place between 11 June and 11 July 2010 in South Africa. This will be the first time that the tournament has been hosted by an African nation. It's the 2010 World Cup travel info for you.

There are nine cities to be used for the World Cup: Mangaung/Bloemfontein, Cape Town, Durban, Johannesburg (two venues), Nelspruit, Polokwane, Nelson Mandela Bay/Port Elizabeth, Tshwane/Pretoria, and Rustenburg. Five new stadiums are to be built for the tournament (three new match venues and two new practice grounds), and five of the existing venues are to be upgraded.

In addition to the stadiums being built and upgraded, South Africa is also improve its current public transport infrastructure within the various cities, with projects such as the Gautrain and the new Bus Rapid Transit system (BRT) titled Rea Vaya. The country is also going to implement special measures to ensure the safety and security of local and international tourists attending the matches in accordance with standard FIFA requirements.

As one of the host Cities of the 2010 FIFA World Cup, Cape Town is the second most populous city in South Africa, and the largest in land area, forming part of the City of Cape Town metropolitan municipality. It is the provincial capital of the Western Cape, as well as the legislative capital of South Africa, where the National Parliament and many government offices are situated.

Cape Town is not only the most popular international tourist destination in South Africa, it is Africa's main tourist destination. This is due to its good climate, natural setting, and well-developed infrastructure. The city has several well-known natural features that attract tourists, most notably Table Mountain, which forms a large part of the Table Mountain National Park and is the back end of the City Bowl. Reaching the top of the mountain can be achieved either by hiking up, or by taking the Table Mountain Cableway. Cape Point is recognised as the dramatic headland at the end of the Cape Peninsula. Many tourists also drive along Chapman's Peak Drive, a narrow road that links Noordhoek with Hout Bay, for the views of the Atlantic Ocean and nearby mountains. It is possible to either drive or hike up Signal Hill for closer views of the City Bowl and Table Mountain.

If you will go there, i suggest you to make preparation. Travel can be very expensive, but you may get a little discount if you book Cape Town Hotel South Africa online via Cheaperthanhotels.co.za. Choose what kind of hotel and what price that is right for you. Don't forget to go to Sea Point, the only high-rise area available along the entire Cape Town shoreline and therefore a very popular area for living, investing and owning first or second homes and apartments. Make sure to choose Seapoint Cape Town Hotels that suits your needs to stay.

Read more...

Wednesday, December 31, 2008

LIBURAN : KE RUMAH SOSIS Bandung

2 Comments
Weekend kemaren aku n suamiku ngajak Fahri tuk jalan-jalan ke "Rumah Sosis" di jalan Setiabudhi Bandung karena si kecil Fahri minta berenang mandi bola. Untung, kita bertiga berangkat naik motor, Jadi meskipun kejebak macet oleh para pendatang dari luar Bandung, kita bisa nyelip-nyelip diantara mobil-mobil berplat B dan yang lainnya.

Fahri seneng banget renang disini karena banyak bolanya, padahal dulu waktu pertama kali kita ajak berenang di Karang Setra dia masih ketakutan sama air, n masih minta dipegangi. Sekarang dia dah berani sendiri meskipun kolamnya dangkal.




Cukup banyak juga permainan yang bisa dinikmati disana ada rumah pohon, mandi bola, flying fox, mancing ikan, motor ATV, kuda tunggang, dll. Sambil bermain kita bisa menikmati Sosis panggang yang lumayan "mak nyus" rasanya....


Read more...

Friday, November 14, 2008

BOGOR OOHH BOGOR......

2 Comments
Bogor adalah kota kedua tempat tinggalku setelah Bandung sejak Agustus 2007 lalu. Di kota inilah aku mendapat amanah dari Institusi tempat ku bekerja melalui beasiswa dari DIKTI untuk melanjutkan studi di IPB. Banyak banget suka duka yang kualami selama aku tinggal di kota ini. Aku banyak kenal n dapet sobat baru, temen seprofesi dan seperjuangan, relasi baru, yang berasal dari latar belakang daerah berbeda, ilmu pengetahuan dan pengalaman baru.

Beberapa hal yang menjadi kendalaku tinggal di Bogor ini diantaranya kemacetan khususnya di daerah Dramaga yang sampai saat ini menurutku belum aja ada solusinya, kemacetan ini disebabkan karena terlalu banyaknya jumlah angkutan umum, sampai-sampai Bogor dijuluki sebagai kota sejuta angkot, ditambah 2 terminal angkutan umum (1 milik Kotamadya dan 1 milik Kabupaten) yang tidak jelas fungsinya karena letak kedua terminal tersebut yang berdekatan banget.

Selain itu masalah listrik yang gak kenal kompromi (sering mati), terkadang tak ada petir atopun hujan listrik di daerahku (Dramaga) sering mati, apalagi lagi musim hujan seperti sekarang ini, setiap hari pasti mati listrik bisa 2 sampai 5 kali dengan waktu yang lumayan lama ditambah kalo dapet "giliran mati listrik", kasihan banget yaaah??? :( Sampai-sampai petugas PLN bosen kali menerima keluhan-keluhanku lewat sms. Aku jadi harus bisa pinter-pinter bagi waktu untuk menghemat listrik.

Ya Allah mudah-mudahan amanah ini dapat kujalani sebaik mungkin meskipun banyak kendala yang kuhadapi. Dan tahun depan aku dah bisa balik lagi ke Bandung n jatinangor untuk kembali mengajar. Amin
Read more...

Sunday, November 2, 2008

Masjid Dian Al Mahri - Masjid Kubah Emas Depok

0 Comments

Niat awalnya seh pergi ke daerah Parung, Bogor mau cari telur ulat penggulung daun pisang untuk rearing di Laboratorium . Tapi karena yang didapet Cuma sedikit, n mumpung matahari belum terlalu tinggi, sekalian aku & suamiku melanjutkan berkunjung ke Masjid Kubah Emas di daerah Sawangan, Depok. Qita berangkat naik motor, perjalanan dari Bogor ke Depok memakan waktu kurang lebih ¾ jam.


masjid kubah emas depok

Ini kali kedua aku berkunjung ke mesjid kubah emas, yang pertama kali waktu awal tahun 2007 mengikuti rombongan teman kantor dari Bandung. Masjid ini didirikan oleh Ibu Hj. Dian Juriah Maimun Al Rasyid yang pada awalnya mempunyai impian tentang sebuah masjid megah dan indah yang dapat menjadi simbol keagungan islam. Dengan kemegahan dapat menghantarkan perasaan, menggerakan jiwa, menggenapkan niat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Dan dengan keindahannya dapat mengingatkan kita akan kebesaran Sang Pencipta sehingga kita akan terus bermunajah kepada-Nya.


masjid kubah emas sawangan
Foto (ki-ka): samping kanan, pintu masuk utama, halaman dalam

Kawasan Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri ini dalam perkembangannya telah menjelma sebagai salah satu tujuan wisata religi umat islam. Kawasan ini setiap akhir pekan dan hari libur dikunjungi tak kurang 50.000 jama`ah.

Halaman dalam / selasar masjid

Areal selasar masjid berukuran 45 x 57 m, dan mampu menampung 8000 jamah. Salah satu sisinya berhubungan dengan ruang sholat, sedangkan ketiga sisi lainnya dibatasi selasar dengan pilar-pilar berbalut batu granit dari Brasil. Pilar-pilat tersebut membentuk deretan arcade yang seolah menjadi pembatas dari halaman dalam ini.

Minaret / Menara

Masjid ini terdiri dari enam minaret berbentuk segienam, masing-masing terdiri dari 6 tingkat yang melambangkan rukun iman. Keenamnya dibalut dengan batu granit yang berwarna abu-abu dengan ornamen yang melingkar pada setiap tingkatannya. Pada puncak minaret terdapat kubah berlapis mozaik emas. Dari minaret ini terdengar kumandang Adzan.

Dasar Kubah

Terdapat cincin dengan aksen warna emas. Dibawahnya terdapat 33 jemdela, yang masing-masing dihiasi kaligrafi 3 asma Allah SWT, sehingga Asmaul Husna pun terpampang di tiap jendela.

Kubah

Terdiri dari 5 kubah (1 kubah besar dan 4 kubah kecil) yang menyimbolkan 5 rukun islam. Satu kubah besar bentuknya menyerupai kubah di Taj Mahal dengan diamter bawah berukuran 16 meter, diameter tengah 20 meter dan tunggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diamter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Sebuah lampu kristal tergantung dibawah kubah besar dengan rangka terbuat dari kuningan berlapis emas 24 karat. Lampu tersebut serupa dengan lampu di Masjid Sultan Oman. Dibelakang lampu indah tersebut, langit-langit kubah berganti warna ditiap waktu sholat.


masjid kubah emas
Foto (ki-ka): Mimbar Masjid, Bagian Bawah Kubah Besar

Yuuk qita makmurkan masjid. .Dengan melihat kemegahan masjid dapat menghantarkan perasaan, menggerakan jiwa, menggenapkan niat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Dan dengan keindahannya dapat mengingatkan kita akan kebesaran Sang Pencipta sehingga kita akan terus bermunajah kepada-Nya.


Read more...

Thursday, October 9, 2008

MUDIK

1 Comments

Mudik tahun ini kami sekeluarga (aku, suami tercinta, beserta buah cintaku fahri) gak berangkat ke Kebumen tapi giliran ke Semarang (kampung halaman keluarga besar suamiku). Sudah hampir 2 tahun kita gak berkunjung ke sana. Kami berangkat tanggal 1 pukul 21.30 wib naik kereta api Harina. Fahri seneng banget begitu tahu kalo dia mau diajak pergi naik kereta.

Tiba di stasiun Tawang pukul 05.00 qita langsung menuju mesjid dan solat subuh. Setelah itu kita berangkat naik taksi menuju daerah Ngaliyan dan beristirahat sebentar disana lalu qita bersilaturahmi ke rumah saudara2, dan ziarah ke makam mertua.

Selain acara silaturahmi, dan ziarah, acara di Semarang yang lain yaitu ngebaso di Baso GEGER di sekitar Pamularsih, tapi sayang rasa kuah & basonya kok gak seenak dulu waktu pertama kali nyoba. Sekarang warung basonya dah berubah jadi restoran baso dengan bangunan yang lebih permanen dan luas, tapi sayang ruangannya puanassnya buanget gak da AC, kita-kita yang makan baso pada berkeringat bukan karena kepedesan tapi kepanasan hehehe….

Kunjungan terakhir kita jalan-jalan di Semarang adalah Mesjid Agung Jawa Tengah. Aku pertama kali ke mesjid ini tahun 2005, waktu itu payung penutup pelatarannya belum dibangun. Kata suamiku payung penutup ini seperti payung penutup di Mesjid Madinah. Wah kapan ya aku bisa ke Mesjid Madinah?? Melihat bangunan dan arsitektur Mesjid Agung Jawa Tengah saja aku sudah terkagum-kagum, apalagi kalo Mesjid Madinah yah??? Mudah-mudahan 2013 nanti aku bisa kesana. Amin.


masjid agung jateng semarang

Nah setelah jalan-jalan, qita belanja oleh-oleh khas Semarang di daerah Pandanaran. Jalan-jalan & toko-toko di daerah ini penuh dipadati para pemburu makanan khas Semarang. Qita hanya sempet beli bandeng presto, lumpia, n moci wijen saja, karena Fahri keburu rewel gak betah nunggu mamahnya antri. Habis itu kita langsung pulang ke Ngaliyan dan malamnya balik lagi ke Bandung.


Read more...
 

Lindung's Blog